Sabtu, 16 Juni 2012

Setting Router Mikrotik

Setting Router Mikrotik

Bukan suatu hal yang aneh lagi kalau saat ini orang mulai berbondong-bondong migrasi ke OS mikrotik untuk membuat sebuah router dan bandwith management. Dikarenakan pengunaan yang mudah(bagi orang yang baru kenal pun)dan tampilan winbox yang simple.
Berikut ini saya tulis cara install mikrotik mulai dari awal :
1.Langkah pertama adalah install RouterOS pada PC
2.Login : admin
Password : (kosongkan )
3. Untuk keamanan ganti password default
[admin@Mikrotik] > password
old password: *****
new password: *****
retype new password: *****
4. Mengganti nama Mikrotik Router, pada langkah ini nama server akan diganti menjadi “Schiffer” (nama ini sih bebas2 aja mo diganti)
[admin@Mikrotik] > system identity set name=Schiffer
[admin@Schiffer] >
6. Memberikan IP address pada interface Mikrotik.
Misalkan ether1 akan kita gunakan untuk koneksi ke Internet dengan IP 200.100.50.1 dan ether2 akan kita gunakan untuk network local kita dengan IP 192.168.10.1
[admin@Schiffer] > ip address add address=200.100.50.1 netmask=255.255.255.240 interface=ether1
[admin@Schiffer] > ip address add address=192.168.10.1 netmask=255.255.255.224 interface=ether2
7. Melihat konfigurasi IP address yang sudah kita berikan
[admin@Schiffer] >ip address print
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
# ADDRESS NETWORK INTERFACE
0 200.100.50.1/28 200.100.50.0 ether1
1 192.168.10.1/27 192.168.10.0 ether2
8. Beri IP routenya
[admin@Schiffer] >ip route add dst-domain=200.100.50.0/28 pref-src=192.168.10.1 gateway=ether1 distance=1
[admin@Schiffer] >ip route add dst-domain=192.168.10.0/27 pref-src=200.100.50.1 gateway=ether2 distance=1
9. Melihat konfigurasi IP route yang sudah kita berikan
[admin@Schiffer] >ip route print
10. Kita cek koneksi dengan :
[admin@Schiffer] >ping 200.100.50.1
[admin@Schiffer] >ping 192.168.10.1

Konfigursi NAT dan TFTP Server

NAT

:: NAT digunakan pada jaringan agar host yang berada di bagian dalam (inside) dengan IP address private dapat berkomunikasi dengan Internet.
:: Ketika mengkonfigurasikan NAT, setidaknya satu interface harus dikonfigurasikan sebagai inside interface, artinya dia terkoneksi dengan jarinagn bagian dalam (LAN) atau private network.
:: Interface lainnya biasanya sebagai external interface yang digunakan untuk mengakses Internet, harus dikonfigurasikan sebagai outside interface.

1. Menentukan Interface

:: Masuk ke privileged EXEC mode.
:: Masuk ke Global Configuration Mode.
:: Kemudian pilih interface yang akan dijadikan sebagai inside interface
:: Contohnya adalah sebagai berikut :
Router> enable
Router# conf t
Router(config)# interface fastethernet 0/0
:: Pada contoh di atas interface fa 0/0 dijadikan sebagai inside interface.

2. Memberi IP Address Inside Interface

:: Perintah yang digunakan adalah :
Router(config-if)# ip add 172.31.232.182 255.255.255.0

3. Mengidentifikasi Inside Interface

:: Perintah yang digunakan adalah :
Router(config-if)# ip nat inside
Router(config-if)# exit

4. Menentukan Interface

:: Pilih interface yang akan dijadikan sebagai outside interface.
:: Pada contoh di bawah interface serial 0/0 dijadikan sebagai outside interface.
Router(config)# interface serial 0/0

5. Memberi IP Address Outside Interface

:: Perintah yang digunakan adalah :
Router(config-if)# ip add 209.165.201.1 255.255.255.252

6. Mengidentifikasi Outside Interface

:: Perintah yang digunakan adalah :
Router(config-if)# ip nat outside
Router(config-if)# exit

7. Mentranslasikan Inside ke Outside

:: Perintah yang digunakan adalah :
Router(config-if)# ip nat inside source statis 172.31.232.14 209.165.202.130

8. Memeriksa Konfigurasi NAT

:: Gunakan perintah show running-config.
:: Hasil yang didapatkan :
!
interface fastethernet 0/0
ip address 172.31.232.182 255.255.255.0
ip nat inside
!
interface serial 0/0
ip address 209.165.201.1 255.255.255.252
ip nat outside
!
ip nat inside source statis 172.31.232.14 209.165.202.130

Backup dan Restore TFTP Server

:: Dikuatirkan jika NVRAM rusak atau file menjadi korup maka sebuah ide yang baik apabila membuat file cadangan ke dalam server TFTP.
:: Perintah Backup
Router# copy startup-config tftp
:: Perintah Restore
Router# copy tftp startup-config
:: Yang dibutuhkan adalah IP address TFTP server dan nama file yang akan di-backup atau di-restore.

Konfigurasi DHCP Server

DHCP

Delapan langkah mengkonfigurasikan DHCP lewat CLI
1. Membuat DHCP Address Pool
2. Menentukan Subnet
3. Pengecualian IP Address
4. Menentukan Domain Name
5. DNS Server IP Address
6. Menentukan Default Router
7. Menentukan Lama Penggunaan Informasi DHCP
8. Memeriksa Konfigurasi

1. Membuat DHCP Address Pool

:: Masuk ke privileged EXEC mode.
:: Masuk ke Global Configuration Mode.
:: Kemudian buat sebuah nama untuk DHCP server address pool.
:: Lebih dari sebuah address pool dimungkinkan.
:: Perintahnya adalah sebagai berikut :
Router> enable
Router# conf t
Router(config)# ip dhcp address pool LAN-STMIKWP
:: Pada contoh di atas nama dhcp server address pool adalah “LAN-STMIKWP”

2. Menentukan Subnet

:: Tentukan network atau subnet network dan subnet mask DHCP address pool.
:: Gunakan perintah :
Router(dhcp-config)# network 172.16.0.0 255.255.0.0
:: Tergantung dari versi IOS yang digunakan, subnet mask mungkin dapat juga dituliskan /16 untuk contoh di atas.

3. Pengecualian IP Address

:: Pada prinsipnya semua client yang menggunakan layanan DHCP server akan diberikan IP address secara otomatis oleh DHCP server.
:: Namun dengan pengecualian ini maka DHCP server tidak akan memberikan alamat yang dimaksud.
:: Perintahnya adalah :
Router(config)# ip dhcp excluded-address 172.16.1.100 172.16.1.103
:: Pada contoh diatas ada 4 alamat IP (.1.100 s/d .1.103) yang dapat dimasukkan secara statis oleh administrator karena tidak diberikan oleh DHCP server.

4. Menentukan Domain Name

:: Perintah yang digunakan adalah
Router(dhcp-config)# domain-name stmik-wp.ac.id
:: Client pada contoh ini akan menggunakan domain name “stmik-wp.ac.id”.
:: Domain name ini hanya bersifat optional tergantung dari keinginan administrator, akan digunakan atau tidak.

5. DNS Server IP Address

:: Berikutnya adalah menentukan IP Address dari DNS server yang akan digunakan oleh client.
:: Minimal satu IP address digunakan dan maksimal 8 IP dalam satu baris perintah.
:: Perintah yang digunakan adalah :
Router(dhcp-config)# dns server 172.16.1.103 172.16.2.103
:: Pada contoh diatas digunakan primary dns server dan secondary dns server.

6. Menentukan Default Router

:: Langkah berikutnya adalah menentukan default router yang akan digunakan oleh client sebagai default gateway.
:: Perintahnya adalah :
Router(dhcp-config)# default router 172.16.1.100
:: Pada contoh diatas client-client akan menggunakan IP address 172.16.1.100 sebagai default gateway.

7. Menentukan Lama Penggunaan Informasi DHCP

:: Pada dasarnya DHCP Server akan memberikan informasi DHCP kepada client langsung ketika client dinyalakan dan terkoneksi ke jaringan.
:: Dan lama penggunaannya adalah sehari, namun hal tersebut dapat diubah dengan perintah :
Router(dhcp-config)# lease infinite

8. Memeriksa Konfigurasi

:: Perintahnya adalah show running-config
:: Contoh hasil konfigurasi :
!
ip dhcp pool LAN-STMIKWP
domain-name stmik-wp.ac.id
network 172.16.0.0 255.255.0.0
ip dhcp excluded-address 172.16.1.100 172.16.1.103
dns server 172.16.1.103 172.16.2.103
default router 172.16.1.100
lease infinite
!

Konfigurasi Dynamic Routing dengan RIP

Konfigurasi Dynamic Routing dengan RIP

Routing dinamis memungkinkan pencegahan terhadap konfigurasi secara manual, mencegah pemborosan waktu dalam konfigurasi dan juga memungkinkan router-router untuk melakukan perubahan table routingnya saat terjadi perubahan topologi jaringan tanpa campur tangan administrator jaringan.

RIP merupakan salah satu protokol routing distance vector yang digunakan oleh ribuan jaringan di dunia. Fakta membuktikan bahwa RIP berdasarkan open standard dan mudah diimplementasikan. Akan tetapi RIP membutuhkan konsumsi daya yang tinggi dan membutuhkan fitur router routing protokol.

Dynamic Routing adalah pencegahan terhadap konfigurasi secara manual atau static yang pasti akan sangat merepotkan jika terdapat banyak network yang harus disetting. Di bawah ini adalah penjelasan tentang setting dynamic routing pada aplikasi Paket Tracer.

So, this is the step-by-step:

1. Alat dan Bahan :
1. 1 Unit Komputer
2. Paket Tracert 5.2
- Tiga router
- 2 ethernet card
- 1 serial card
- Tiga switch
- Tiga komputer

2. Desain Jaringan.

Hubungkan ketiga router dengan kabel serial DTE

* Setting IP address pada masing-masing ethernet dan serial pada router.

R1 (konfigurasi menggunakan CLI)
Router>
Router#enable
Router#configure terminal
Router(config)#hostname R1 > untuk mengubah nama hostname
R1(config)#int f0/0 > untuk konfigurasi ethernet0/0
R1(config-if)#ip address 192.168.10.1 255.255.255.0
R1(config-if)#no shutdown
R1(config-if)#int s0/0/0 > untuk mengkonfigursi serial0/0/0
R1(config-if)#ip address 192.168.20.2 255.255.255.0
R1(config-if)#clock rate 56000
R1(config-if)#no shutdown


==============================================================


R2 (konfigurasi dengan CLI)


Router>
Router#enable
Router#configure terminal
Router(config)#hostname R2 > untuk mengubah nama hostname
R2(config)#int f0/0 > untuk konfigurasi ethernet0/0
R2(config-if)#ip address 10.1.1.1 255.255.255.0
R2(config-if)#no shutdown
R2(config-if)#int s0/0/0 > untuk mengkonfigursi serial0/0/0
R2(config-if)#ip address 192.168.20.1 255.255.255.0
R2(config-if)#clock rate 56000
R2(config-if)#no shutdown
R2(config-if)#int s0/0/1 > untuk mengkonfigursi serial0/0/1
R2(config-if)#ip address 176.16.2.1 255.255.255.0
R2(config-if)#clock rate 56000
R2(config-if)#no shutdown


==============================================================


R3 (konfigurasi menggunakan CLI)


Router>
Router#enable
Router#configure terminal
Router(config)#hostname R3 > untuk mengubah nama hostname
R3(config)#int f0/0 > untuk konfigurasi ethernet0/0
R3(config-if)#ip address 172.16.1.1 255.255.255.0
R3(config-if)#no shutdown
R3(config-if)#int s0/0/1 > untuk mengkonfigursi serial0/0/1
R3(config-if)#ip address 172.16.2.2 255.255.255.0
R3(config-if)#clock rate 56000
R3(config-if)#no shutdown

Setting IP Address pada komputer
PC1
IP =192.168.10.5
Gateway =192.168.10.1
==========================
PC2
IP = 10.1.1.5
Gateway = 10.1.1.1
==========================
PC3
IP = 172.16.1.5
Gateway = 172.16.1.1

Konfigurasi RIP
Konfigurasi cukup dilakukan dengan memasukkan network yang terhubung pada router.

R1 (konfigurasi menggunakan CLI)
R1(config)#router rip
R1(config-router)#version 1
R1(config-router)#network 192.168.10.0
R1(config-router)#network 192.168.20.0
=====================================
R2 (konfigurasi menggunakan CLI)
R2(config)#router rip
R2(config-router)#version 1
R2(config-router)#network 192.168.20.0
R2(config-router)#network 172.16.2.0
R2(config-router)#network 10.1.1.0
=====================================
R3 (konfigurasi menggunakan CLI)
R3(config)#router rip
R3(config-router)#version 1
R3(config-router)#network 172.16.1.0
R3(config-router)#network 172.16.2.0

Cek konfigurasi
Lihat tabel routing dengan menggunakan perintah
#show ip route




Jika di depan IP yang menjadi jalur router ditandai dengan huruf “R” maka konfigurasi routing berhasil.


Cek Koneksi




Lalu cek koneksi dengan “ping”. Jika semua PC terkoneksi, maka konfigurasi routing berhasil.


Troubleshoot
Jika, antar router tidak dapat terkoneksi. Pastikan clock rate sudah disetting dengan baik.


Dan, selesailah sudah konfigurasi dynamic routing dengan menggunakan protokol RIP. Mudah kan? Memang.

Selasa, 10 Januari 2012

Cara Konfigurasi Routing Static di Cisco Pascket Tracer

Setting router
1. ROUTER 0 (setting 1 serial, 1 FastEthernet)

Router>en // enable
Router#conf t //configure terminal
Router(config)#int fa0/0 //setting interface dari router ke switch
Router(config-if)#ip add 192.168.1.1 255.255.255.0 //setting IP dan subnet mask
Router(config-if)#no shut //mengaktifkan setting diatasnya
Router(config-if)#ex //exit
Router(config)#
Router(config)#int s2/0 //setting interface serial di router 0
Router(config-if)#ip add 192.168.4.1 255.255.255.0
Router(config-if)#clock rate 64000 //kecepatan clock
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex

1. ROUTER 1 (setting 2 serial, 1 FastEth)
Router>en
Router#conf t
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.2.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex
Router(config)#
Router(config)#int s2/0
Router(config-if)#ip add 192.168.4.2 255.255.255.0
Router(config-if)#clock rate 64000
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex
Router(config)#
Router(config)#int s3/0
Router(config-if)#ip add 192.168.5.1 255.255.255.0
Router(config-if)#clock rate 64000
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex
ROUTER 2 (setting 1 serial, 1 FastEth)
Router>en
Router#conf t
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.3.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex
Router(config)#
Router(config)#int s2/0
Router(config-if)#ip add 192.168.5.2 255.255.255.0
Router(config-if)#clock rate 64000
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex
Setting routing :
Router0:
Router(config)#ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 192.168.4.2 //
Router(config)#ip route 192.168.3.0 255.255.255.0 192.168.4.2
Router1 :
Router(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 192.168.4.1
Router(config)#ip route 192.168.3.0 255.255.255.0 192.168.5.2
Router2 :
Router(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 192.168.5.1
Router(config)#ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 192.168.5.1
Memberi IP pada masing-masing PC
Klik image PC
Klik Tab Desktop
Pilih IP Configuration
Ulangi hingga PC5

Minggu, 08 Januari 2012

Langkah Mensetting DNS Server Debian 5


Software utama untuk membangun sebuah DNS server adalah BIND (Berkeley Internet Name Domain). Software ini menjadi aplikasi default aplikasi DNS dalam semua distribusi Linux. Lakukan proses instalasi bind dengan perintah berikut:

root@server:# apt-get install bind9

Beberapa file konfigurasi dan direktori utama DNS server yang harus kita perhatikan adalah:

(a) /etc/networking/interface
(b) /etc/bind/named.conf.local
(c) /etc/bind/forward
(d) /etc/bind/reverse
(e) /etc/resolv.conf

a. Konfigurasi IP Ethernet
Pertama-tama kita perlu men-setting IP pada ethernet kita supaya memiliki ID terlebih dahulu dan merupakan syarat dasar untuk setting berikutnya.
Untuk setting IP kita dapat memasukkan perintah :
root@server:# nano /etc/network/interface
sehingga settingnya kira-kira menjadi seperti ini

# The primary network interface

auto eth0
iface eth0 inet static
address 172.16.16.1
netmask 255.255.255.128
network 172.16.16.0
broadcast 172.16.16.127
gateway 172.16.16.126
# dns-* options are implemented by the resolvconf package, if installed
dns-nameservers 172.16.16.1
dns-search bloganakkomputer.com

auto eth1
iface eth1 inet static
address 192.168.1.1
netmask 255.255.255.192
network 192.168.1.0
broadcast 192.168.1.63
Ingat, setting IP dan lain-lain harus di sesuaikan dengan jaringan yang akan diterapkan.

b. Konfigurasi Zone (Domain)
Konfigurasi zone atau domain terdiri dari dua mekanisme yang berbeda yaitu forward dan reverse. Konfigurasi forward memetakkan
IP Address => hostname
dan file reverse memetakkan
hostname => IP Address.
Dalam tutorial ini zone atau domain yang akan kita kelola bernama bloganakkomputer.com.
Untuk mendaftarkan file zone tersebut, lakukan editing pada file /etc/bind/named.conf.local dengan cara :
root@server:# nano /etc/bind/named.conf.local

Tambahkan rangkaian konfigurasi berikut untuk mendaftarkan domain yang kita kelola.

zone "bloganakkomputer.com" {
type master;
file "/etc/bind/forward";
};

zone "16.16.172.in-addr.arpa" {
type master;
file "/etc/bind/reverse";
};

c. Konfigurasi file forward
Buat dahulu sebuah file yang bernama forward di direktori /etc/bind/.
Lakukan dengan perintah berikut
root@server:# nano/etc/bind/forward

Sesuaikan isi dari file tersebut dengan identitas hostname pada zone yang akan kita kelola, seperti terlihat pada file berikut:

; BIND data file for local loopback interface
;
$TTL 604800
@ IN SOA bloganakkomputer.com. root. (
2 ; Serial
604800 ; Refresh
86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
;
@ IN NS bloganakkomputer.com.
@ IN A 172.16.16.1
www IN CNAME @
mail IN CNAME @

d. Konfigurasi file reverse
Selain file forward kita pun harus menyiapkan sebuah file yang bernama reverse di direktori /etc/bind/. Lakukan dengan perintah berikut:
root@server:# nano /etc/bind/reverse
Isi dari file tersebut seperti berikut, sesuaikan data pada file reverse tersebut dengan data yang tercatat di file forward sebelumnya.

; BIND data file for local loopback interface
;
$TTL 604800
@ IN SOA bloganakkomputer.com. root. (
2 ; Serial
604800 ; Refresh
86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
;
@ IN NS bloganakkomputer.com.
1 IN PTR @

e. Konfigurasi file resolv
Juga, jangan lupa untuk menyesuaikan resolv.conf dengan name server yang telah kita buat.
Masuk dan edit file resolv.conf dengan cara :
root@server:# nano /etc/resolv.conf
Dan sesuaikan sehingga menjadi :
search bloganakkomputer.com
domain bloganakkomputer.com
nameserver 172.16.16.1
f. Restart
Setelah selesai pengeditan file, lakukan re-start pada file tersebut supaya running dengan setting seperti yang kita harapkan.
Restart networking dengan cara :
root@server:# etc/init.d/networking restart
Restart bind dengan cara :
root@server:# etc/init.d/bind9 restart

Pada komputer server/terminal utama, kita dapat men-cek kinerja DNS server yang telah kita buat dengan cara
root@server:# nslookup bloganakkomputer.com
Server: 172.16.16.1
Address: 172.16.16.1#53

Name: bloganakkomputer.com
Address: 172.16.16.1

Pada komputer client, setting IP pada range seperti server dan dapat kita ping NS (name server) tersebut dengan cara, masuk ke comand prompt windows dan ping :
ping bloganakkomputer.com

Router


Router berfungsi utama sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Perbedaannya dengan Switch adalah kalau switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN).

Router penggunaannya banyak dalam jaringan berbasis teknologi protokol TCP/IP, dan router jenis itu disebut juga dengan IP Router. Selain IP Router, ada lagi AppleTalk Router, dan masih ada beberapa jenis router lainnya. Internet merupakan contoh utama dari sebuah jaringan yang memiliki banyak router IP. Router juga dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih besar, yang disebut dengan internetwork, atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya. Router terkadang juga digunakan untuk mengoneksikan dua buah jaringan yang menggunakan media yang berbeda (seperti halnya router wireless yang pada umumnya selain ia dapat menghubungkan komputer dengan menggunakan radio, ia juga mendukung penghubungan komputer dengan kabel UTP), atau berbeda arsitektur jaringan, seperti halnya dari Ethernet ke Token Ring.

Router dapat digunakan juga untuk menghubungkan LAN ke sebuah layanan telekomunikasi seperti halnya telekomunikasi leased line atau Digital Subscriber Line (DSL). Router digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah koneksi leased line seperti T1, atau T3, sering disebut sebagai access server. Sementara itu, router yang digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal ke sebuah koneksi DSL disebut juga dengan DSL router. Router-router jenis tersebut umumnya memiliki fungsi firewall untuk melakukan penapisan paket berdasarkan alamat sumber dan alamat tujuan paket tersebut, meski beberapa router tidak memilikinya. Router yang memiliki fitur penapisan paket disebut juga dengan packet-filtering router. Fungsi router umumnya memblokir lalu lintas data yang dipancarkan secara broadcast sehingga dapat mencegah adanya broadcast storm yang mampu memperlambat kinerja jaringan.

Router adalah perangkat jaringan yang digunakan untuk membagi protocol kepada anggota jaringan yang lainnya, dengan adanya router maka sebuah protocol dapat di-sharing kepada perangkat jaringan lain. Contoh aplikasinya adalah jika kita ingin membagi IP Adress kepada anggota jaringan maka kita dapat menggunakan router ini, ciri-ciri router adalah adanya fasilitas DHCP (Dynamic Host Configuration Procotol), dengan mensetting DHCP, maka kita dapat membagi IP Address, fasilitas lain dari Router adalah adanya NAT (Network Address Translator) yang dapat memungkinkan suatu IP Address atau koneksi internet disharing ke IP Address lain.

misalnya jika pada suatu perangkat jaringan (komputer) memiliki IP Adress 192.168.0.1, maka agar komputer lain dapat berkomunikasi, harus diberikan IP Address dengan Network Identification 192.168.0 dan dengan Host Identification 2-254, contoh 192.168.0.10, 192.168.0.11 dan seterusnya.
Permasalahan akan muncul ketika perangkat jaringan yang terhubung sangat banyak (biasanya di atas 20 perangkat), seorang administrator akan dipaksa berkeliling untuk mensetting IP Address tiap host, Oleh karenanya kita dapat menggunakan Router.
Jenis-jenis Router
1. Router Aplikasi
2. Router Hardware
3. Router PC
Router aplikasi adalah aplikasi yang dapat kita instal pad sistem operasi, sehingga sistem operasi tersebut akan memiliki kemampuan seperti router, contoh aplikasi ini adalah Winroute, WinGate, SpyGate, WinProxy dan lain-lain.
Router Hardware adalah merupakan hardware yang memiliki kemampuan sepertiu router, sehingga dari hardware tersebut dapat memancarkan atau membagi IP Address dan men-sharing IP Address, pada prakteknya Router hardware ini digunakan untuk membagi koneksi internet pada suatu ruang atau wilayah, contoh dari router ini adalah access point, wilayah yang dapat mendapat Ip Address dan koneksi internet disebut Hot Spot Area.
Router PC adalah Sistem Operasi yang memiliki fasilitas untuk membagi dan mensharing IP Address, jadi jika suatu perangkat jaringan (pc) yang terhubung ke komputer tersebut akan dapat menikmati IP Address atau koneksi internet yang disebarkan oleh Sistem Operasi tersebut, contoh sistem operasi yang dapat digunakan adalah semua sistem operasi berbasis client server, semisal Windows NT, Windows NT 4.0, Windows 2000 server, Windows 2003 Server, MikroTik (Berbasis Linux), dan lain-lain.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best CD Rates